Cara Unik dan Jitu Belajar Santri di Pondok Pesantren

Sahabat Al Madinah,
Bagi para santri, belajar bukan sekadar rutinitas — tapi bagian dari hidup sehari-hari. Sejak mata terbuka hingga kembali terlelap, santri terus bergumul dengan ilmu, adab, dan hafalan. Ya, kehidupan di pesantren itu istimewa, termasuk cara belajarnya yang sering kali unik dan sulit ditemukan di luar sana.

Di bawah ini, kami sajikan beberapa metode belajar khas santri yang bisa jadi inspirasi sekaligus refleksi bagi kita semua:

1. Belajar Sendiri di Tempat Sepi

Beberapa santri lebih suka suasana hening untuk menyerap pelajaran. Mereka memilih sudut yang tenang, fokus membaca dan menghafal. Meski efektif untuk konsentrasi, metode ini punya risiko — kalau tertidur, tak ada yang membangunkan!

2. Belajar di Tempat Ramai

Ada pula santri yang justru semangat jika dikelilingi teman-temannya. Suasana ramai jadi pemicu semangat, bahkan menciptakan “persaingan sehat”. Tapi… hati-hati! Belajar ramai-ramai bisa berubah jadi ajang ngobrol jika tidak dijaga niat awalnya.

3. Belajar Sambil Berjalan

Ini salah satu kebiasaan unik yang sering terlihat saat musim ujian. Santri membawa buku ke mana-mana — ke dapur, kamar, bahkan saat berkeliling pondok. Sambil berjalan, mereka membaca dan mengulang hafalan. Seperti pepatah Arab:

“Khairu jalis fi az-zaman kitab.”
Sebaik-baik teman duduk adalah buku.
Bahkan saat berdiri atau berjalan pun, buku tetap jadi teman terbaik.

4. Belajar dengan Bertanya

Saling bertanya jadi teknik belajar yang sering digunakan. Santri akan meminta temannya atau gurunya untuk menguji hafalan atau pemahaman. Menariknya, setelah satu diuji, giliran si penanya diminta untuk ditanya balik. Jadi, semua belajar saling bantu dan saling tumbuh.

5. Melantangkan Suara Saat Menghafal

Sebagian santri merasa lebih mudah menghafal jika membaca keras-keras. Mereka percaya bahwa suara lantang membantu memori bekerja lebih baik. Tapi tentu, ini perlu tempat dan waktu yang tepat agar tidak mengganggu teman sekitar.

6. Belajar dengan Menulis Rangkuman

Ini metode klasik nan ampuh. Menulis ulang pelajaran, membuat ringkasan, atau mencatat ulang materi. Para santri meyakini:

Ilmu itu ibarat hewan buruan, dan tulisan adalah talinya.
Dengan mencatat, ilmu jadi lebih mudah diikat dan tak cepat hilang dari ingatan.

Sahabat Al Madinah,
Metode-metode di atas bukan hanya menunjukkan kreativitas para santri, tapi juga kedisiplinan dan semangat belajar yang luar biasa. Inilah yang membedakan dunia pesantren dari sekolah formal pada umumnya. Di luar sana, belajar mungkin hanya terjadi di kelas. Tapi di pesantren, setiap sudut adalah ruang belajar, setiap waktu adalah kesempatan untuk menuntut ilmu.

Mari kita terus jaga semangat ini — karena belajar bukan hanya tentang nilai ujian, tapi tentang membentuk pribadi yang kuat, berilmu, dan berakhlak.

Barakallah, dan semangat menuntut ilmu!

Facebook
WhatsApp
Telegram